Sudah lama tak menulis. Disadari atau tidak, dengan begini sebenarnya komunikasi dengan diri sendiri terputus. Malas bicara dengan diri sendiri. Enggan berdialog dengan diri sendiri meski sekedar untuk mendengar apa yang sesungguhnya ia rasa dan pikirkan. payah juga nih. Harian yang tadinya suka terisi, kini tak lagi. Ini hanya puncak salju, masalah yang sebenarnya jauh lebih besar dan urgen. Coba rasakan saja. Jika tak menulis, maka kemungkinan rasa malasnya pun sedang memuncak. Tapi seperti halnya puncak yang berarti akan menurun kemudian, kemalasan pun harus menemukan perhentian terakhirnya.
Ingin berkata, “apa kabar,dunia”. Aku yang lama berdiam dibalik sesuatu yang menghalangi langkah untuk pergi kemana-mana. Bahkan hanya sekedar mengalirkan perasaan sendiri. Jangan kira curhat tak penting. Kalo blog isinya banyak yang curhat saya pikir ga masalah, kemasan boleh beda tapi jika yang penting itu manfaat, maka tak ada salahnya. Sekedar untuk berbagi, membuat seseorang merasa “ting” atau membuat orang yang lain sekedar tersenyum dengan gaya bahasa kita.
Ah. Marilah kawan, jujur dan terbuka pada diri sendiri. Dia tak boleh merasa mumet sendirian,harus ditemani [hehehe]. InsyaAllah ketika dia sehat maka kamu pun akan semakin sehat
Yuk ah






